Cimahi,Jagatpewarta.Com- Wakil Walikota Kota Cimahi, Adhitya Yudisthira, membuka Ramadhan Expo ke 3 tahun 2026 kamis (26/02/2026),mengatakan bahwa kawasan alun-alun merupakan jantung Kota Cimahi dan tentu pasti melekat dalam memori kolektif bersama warga Kota Cimahi.
Adhitya berharap ke depan di seputaran alun-alun ini harus terus ada kegiatan, harus terus ada atraksi dan harus terus ada geliat ekonomi yang mencirikan Kota Cimahi ini adalah kota yang kreatif, kota yang inovatif.
"Alun-alun ini sudah disempurnakan seperti jalannya sudah dikonversi menjadi pedestrian ya harus hidup dan harus atraktif,"ujar Adthitia.
Lebih lanjut Adthitia mengatakan, kalau kotanya sudah atraktif, ciri kota yang bagus atau index kebahagiaannya bagus atau kota yang happy adalah kota yang hidup alun-alunnya seperti ini," tambahnya.
"Saya senang, hari ini di sini banyak sekali kehidupan, aktivitas yang tentu menjadi ciri bahwa Kota Cimahi ini adalah kota yang hidup walaupun di bulan Ramadan.
Saya harap tidak hanya Ramadan kita masih punya sebelas bulan yang lain gimana caranya ciri alun-alun ini bisa betul-betul hidup,"terang Adhitya.
Wakil Wali Kota menginginkan,Kota Cimahi ini menjadi kota yang berkarakter, kota yang atraktif, dan kota yang happy. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuat Kota Cimahi menjadi lebih baik.
"Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi salah satu ciri khas Kota Cimahi yang membuat kota ini semakin maju dan sejahtera,"pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widiatmoko, didampingi anggota DPRD H. Bambang Purnomo dan Fredi Siagian, para asisten daerah, kepala OPD, Camat Cimahi Tengah, serta sejumlah undangan lainnya.
Nostalgia dan Kebanggaan Warga Asli Cimahi.
Ketua Panitia, Kang Beny, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus nostalgia mendalam. Ia mengaku bangga bisa berdiri di lokasi yang sama dengan kenangan masa kecilnya puluhan tahun silam.
“Dulu di sini tempat bermain sepak bola, sore harinya mengaji. Sekarang berubah menjadi pusat kegiatan ekonomi dan kreativitas. Saya bangga melihat Cimahi berkembang signifikan, terutama di sektor infrastruktur dan ekonomi,” ungkapnya.
Ramadhan Expo tahun ini diikuti 79 tenant, terdiri dari 40 partisi tenda besar dan 39 stan reguler. Ragam produk yang ditampilkan meliputi kuliner, fesyen, hingga otomotif.
Menariknya, sekitar 50 persen peserta merupakan pelaku usaha asal Kota Cimahi. Sisanya berasal dari Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kota Bandung, hingga luar daerah seperti Cianjur, Sukabumi, dan Bekasi.
Panitia juga menegaskan komitmennya mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi resmi sesuai Perda yang berlaku. Mereka berharap Ramadhan Expo dapat terus menjadi agenda tahunan dan dikelola secara kolaboratif dengan pemerintah daerah, pungkasnya
(Die234)





