Cimahi, Jagatpewarta.com - Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menghadiri kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan di lingkungan pegawai Pemerintah Kota Cimahi yang diprakarsai oleh DP3AP2KB Kota Cimahi di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Selasa (26/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana menegaskan pentingnya membangun lingkungan kerja yang harmonis, aman, dan bebas dari tindakan kekerasan di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Menurutnya, sosialisasi ini menjadi langkah pencegahan agar tidak terjadi konflik maupun tindakan emosional yang dapat merugikan sesama pegawai maupun institusi pemerintahan.
“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pembinaan dan sosialisasi kepada seluruh ASN agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun saat melayani masyarakat,” ujar Ngatiyana saat diwawancarai awak media.
Ia menambahkan, pelayanan kepada masyarakat hanya dapat berjalan optimal apabila seluruh pegawai mampu menjaga kekompakan, kebersamaan, dan saling menghormati satu sama lain.
Karena itu, para ASN diminta mampu mengendalikan emosi dan menjaga sikap profesional dalam bekerja.
“Kalau kita melayani masyarakat, tentunya harus didasari kekompakan dan kebersamaan. Jangan sampai terjadi kesalahpahaman yang akhirnya menimbulkan perkelahian atau kekerasan di antara ASN, karena itu akan merugikan diri sendiri,” katanya.
Ngatiyana juga mengingatkan bahwa tindakan kekerasan di lingkungan ASN memiliki konsekuensi hukum dan disiplin sesuai aturan yang berlaku.
Oleh sebab itu, pencegahan dinilai menjadi langkah penting agar konflik tidak sampai terjadi.
“Kendalikan hawa nafsu, kendalikan emosi, hargai orang lain sehingga tercipta keharmonisan di lingkungan kerja,” tambahnya.
Meski hingga saat ini belum ada laporan terkait kasus kekerasan di lingkungan Pemkot Cimahi, Ngatiyana menegaskan kegiatan sosialisasi tetap diperlukan sebagai langkah antisipasi dini agar situasi kondusif tetap terjaga di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
( Die234)


