zmedia

Ketua Yayasan Sejukan Pelosok Negeri Yang Juga Dosen Politeknik Geologi Pertambangan Bandung Buka Bersama Insan Pers Cimahi

 

 Cimahi,Jagatpewarta.com - Kebersamaan dan semangat berbagi terasa hangat dalam acara buka puasa bersama yang digelar Ir. Ivan Ade Sofian, MT., IPM, Ketua Yayasan Sejukan Pelosok Negeri yang juga dosen di politeknik Geologi Pertambangan Bandung bersama para insan pers Kota Cimahi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Dapur Abi, Jalan Kebon Kalapa, Setiamanah, Kota Cimahi, kamis (05/03/2026).

Momentum Ramadan ini dimanfaatkan Ivan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi dengan para jurnalis. 

Dalam sambutannya, ia mengajak insan pers ikut berperan membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam menemukan lokasi yang memerlukan sumur bor air bersih maupun perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Menurut Ivan, para jurnalis memiliki peran penting karena sering berada di lapangan dan mengetahui kondisi riil masyarakat di berbagai wilayah.

“Teman-teman insan pers bisa membantu kami menunjukkan titik-titik masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan, baik untuk sumur bor maupun bedah rumah. Informasi dari lapangan sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Ivan menjelaskan, Yayasan Sejukan Pelosok Negeri berdiri pada 19 Juni 2025 dengan visi membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses air bersih di berbagai daerah di Indonesia. 

Ia menegaskan bahwa air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting, terutama bagi masyarakat di wilayah pelosok dan perbukitan.

Karena itu, program utama yayasan difokuskan pada pembangunan sumur bor di daerah yang mengalami krisis air, khususnya di wilayah pegunungan yang sulit mendapatkan sumber air.

Salah satu program yang telah direalisasikan adalah pengeboran sumur di Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Di daerah tersebut, yayasan membantu masyarakat sekitar mushola yang kerap mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau.

Pengeboran dilakukan hingga kedalaman sekitar 35 meter di kawasan perbukitan. Sebelum proses pengeboran, tim yayasan terlebih dahulu melakukan survei deteksi sumber air menggunakan metode geolistrik, yaitu teknologi yang mampu mendeteksi potensi air di bawah permukaan tanah.

“Dengan teknologi ini kita bisa mengetahui potensi air terlebih dahulu sebelum melakukan pengeboran, sehingga lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Selain program penyediaan air bersih, yayasan juga aktif dalam kegiatan sosial lainnya, seperti pembagian takjil Ramadan di 15 kelurahan di Kota Cirebon serta program bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu bantuan bedah rumah diberikan kepada seorang warga tuna wicara di Kelurahan Karangmekar, Kota Cimahi, yang tinggal di rumah dengan kondisi atap rusak sehingga sering terkena hujan dan angin.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Kami akhirnya membantu memperbaiki rumah tersebut dengan biaya sekitar Rp25 juta,” ungkap Ivan.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini sumber pendanaan yayasan masih berasal dari dana mandiri. Dana tersebut berasal dari perusahaan yang dipimpinnya, di mana sekitar 2,5 persen dari keuntungan perusahaan disisihkan untuk kegiatan sosial melalui yayasan.

Ke depan, Ivan berharap semakin banyak pihak yang ikut terlibat dalam gerakan sosial ini, baik melalui donasi maupun dukungan lainnya.

“Kami ingin menghadirkan kesejukan bagi masyarakat di pelosok negeri yang kekurangan air. Mudah-mudahan semakin banyak yang ikut berbagi untuk membantu sesama,” tuturnya.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, Ivan berharap sinergi antara yayasan dan insan pers semakin kuat sehingga berbagai program sosial dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah.

 (Die234)