zmedia

Pemkot Cimahi Gencarkan Skrining TB, ASN Jadi Garda Awal Deteksi Dini

 

CIMAHI, Jagatpewarta.com – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan skrining Tuberkulosis (TB) bagi pegawai pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan penemuan kasus serta pengendalian penyakit menular tersebut di lingkungan kerja. Kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung B Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Senin (16/3/2026).

Skrining ini menyasar sebanyak 100 pegawai dari lingkungan Dinas Kesehatan serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi.

 Pemeriksaan dilakukan melalui penjaringan gejala Tuberkulosis yang dilaksanakan secara paralel dengan pemeriksaan klinis serta pemeriksaan menggunakan perangkat portable X-ray guna mendukung deteksi dini kasus TB.

Dari total peserta yang mengikuti skrining, sebanyak 50 orang tercatat sebagai kontak erat dengan pasien Tuberkulosis.

 Mereka telah mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sebagai langkah pencegahan untuk menekan risiko berkembangnya infeksi menjadi TB aktif.

Skrining yang dilaksanakan ini menjadi bagian dari strategi Active Case Finding (ACF), yakni pendekatan penemuan kasus secara aktif dengan menjangkau kelompok masyarakat di berbagai lingkungan, termasuk tempat kerja. Melalui strategi ini, diharapkan kasus TB dapat ditemukan lebih cepat sehingga penanganan dan pengobatan dapat segera dilakukan sesuai standar.

Dalam kegiatan tersebut, pegawai yang terindikasi memiliki gejala Tuberkulosis akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.

 Selain sebagai upaya deteksi dini, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi pegawai mengenai gejala TB, langkah pencegahan, serta pentingnya menjalani pengobatan secara tuntas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menegaskan bahwa skrining di lingkungan kerja merupakan langkah strategis untuk memperluas cakupan penemuan kasus TB.

“Deteksi dini tidak hanya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu diperluas ke berbagai lingkungan, termasuk tempat kerja. Melalui skrining ini, kasus TB diharapkan dapat ditemukan lebih cepat sehingga pengobatan dapat segera dilakukan dan penularan dapat dicegah,” ujarnya.

Pengendalian TB tidak hanya penting dalam konteks penanganan penyakit menular, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Upaya penanggulangan TB yang efektif dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas dalam menyongsong visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Selain pemeriksaan TB, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis bagi para peserta. 

Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol, serta konsultasi kesehatan terkait faktor risiko penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus dan hipertensi.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara program pengendalian penyakit menular dan program pencegahan penyakit tidak menular di Dinas Kesehatan Kota Cimahi.

 Pendekatan tersebut dilakukan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif bagi aparatur di lingkungan pemerintah daerah.

Dinas Kesehatan Kota Cimahi juga merencanakan kegiatan skrining lanjutan yang akan dilaksanakan pada 30 dan 31 Maret 2026 dengan sasaran pegawai di perangkat daerah lainnya.

Melalui pelaksanaan skrining secara berkala di lingkungan kerja, Pemerintah Kota Cimahi berharap kesadaran aparatur terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat sekaligus mendukung percepatan peningkatan cakupan penemuan kasus TB sebagai bagian dari upaya mencapai target eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030.

(Die234)


 Sumber berita:Bidang IKPS.