zmedia

Diduga Pengabaian Pasien, Akses Layanan Cimahi Dipersoalkan

 

Cimahi,Jagatpewarta.com- 2 Mei 2026   -  Dugaan pengabaian pasien terjadi di RS Mitra Kasih Kota Cimahi, menimpa seorang warga Kelurahan Cibabat berinisial D. 

Ia datang dengan harapan mendapatkan penanganan medis atas keluhan Bell’s Palsy (kelemahan saraf wajah) yang dideritanya, namun justru pulang dengan rasa kecewa.

Berdasarkan kronologis yang dihimpun, D mendatangi rumah sakit dengan membawa surat rujukan dari salah satu fasilitas kesehatan. 

Dalam kondisi fisik yang tidak stabil, ia berusaha mendapatkan pemeriksaan lanjutan di poli saraf. 

Namun setibanya di lokasi, ia justru diinformasikan bahwa layanan poli saraf tidak tersedia pada saat itu.

Petugas menyarankan agar pasien kembali pada 8 Mei 2026 dan melakukan registrasi ulang untuk mendapatkan jadwal pemeriksaan. 

Situasi ini membuat D merasa dipersulit, terlebih ia datang dengan kondisi membutuhkan penanganan segera.

“Apakah birokrasi di Indonesia, khususnya di Cimahi, harus seperti ini? Apakah setiap warga harus parah dulu baru bisa ditangani?” ujarnya dengan nada kecewa. 

Ia juga menyoroti prosedur administrasi yang dinilai berbelit, bahkan untuk sekadar mendapatkan layanan kesehatan dasar.

Kekecewaan semakin terasa ketika ia membandingkan akses layanan antar kelas.

“Padahal BPJS saya kelas 1, bagaimana dengan yang kelas 3 atau yang gratis? Mungkin jadwalnya sebulan, atau bahkan setahun kemudian,” tambahnya.

Peristiwa ini memunculkan kembali sorotan terhadap kesenjangan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kecil.

Banyak pihak menilai, pelayanan yang seharusnya menjadi hak dasar warga, justru masih terhambat oleh sistem administratif yang kaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RS Mitra Kasih terkait dugaan tersebut. 

Namun kejadian ini menjadi cerminan bahwa perbaikan sistem layanan kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah besar, agar tidak ada lagi masyarakat yang merasa terabaikan saat membutuhkan pertolongan.***