CIMAHI,Jagatpewarta.com – Di tengah derasnya arus kehidupan yang tak selalu ramah, masih ada kisah yang mengajarkan bahwa keterbatasan bukan akhir dari segalanya.
Rian, seorang penyandang tunanetra yang tetap gigih berjualan makanan ringan demi menghidupi dirinya, menjadi bukti bahwa semangat tak pernah kehilangan arah meski penglihatan tak lagi menjadi penuntun.
Perjuangan Rian yang sempat viral di media sosial akhirnya mengetuk hati banyak orang. Salah satunya Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, yang bersama Relawan HEPI+ Bantu Temen mengunjungi kediaman Rian di RW 04, Kelurahan Cibabat, Rabu (15/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Adhitia bersama HEPI+ Bantu Temen menyerahkan bantuan berupa modal usaha sebesar Rp2 juta, biaya sewa kontrakan selama satu tahun, serta gerobak (roda) es iketan sebagai penunjang agar usaha Rian semakin berkembang.
Bantuan itu bukan hanya soal angka dan barang, melainkan bentuk nyata kepedulian agar Rian dapat terus berdiri di atas kakinya sendiri. Kehadiran Wakil Wali Kota pun disambut hangat warga sekitar yang ikut menyaksikan momen penuh haru tersebut.
Wakil Ketua Relawan HEPI+ Bantu Temen, yang juga Ketua RW di Kelurahan Padasuka, Raden Raka, mengatakan kunjungan tersebut menjadi penyemangat bagi relawan untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
"Alhamdulillah, hari ini menjadi kehormatan bagi kami. Pak Wakil Wali Kota turun langsung melihat kondisi warga dan memberikan dukungan. Kami ingin teman-teman penyandang disabilitas tetap memiliki harapan untuk bangkit, mandiri, dan terus berusaha," ujarnya kepada awak media.
Menurut Raka, gerakan HEPI+ Bantu Temen tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan berupaya menciptakan peluang usaha agar masyarakat bisa memperoleh penghasilan secara berkelanjutan.
Ia menyebutkan, saat ini masih ada sekitar 21 gerobak usaha yang disiapkan untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan melalui program serupa.
"Kami ingin program ini menjadi gerakan berkelanjutan. Siapa pun yang sedang berjuang mencari nafkah akan kami upayakan mendapat dukungan. Ini bukan untuk menggantikan peran pemerintah, tetapi menjadi pelengkap melalui kolaborasi dengan pihak ketiga maupun swasta, apalagi di tengah efisiensi anggaran seperti sekarang," jelasnya.
Raka juga menuturkan, media sosial menjadi salah satu jembatan bagi relawan untuk menemukan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Dari kisah-kisah yang beredar, relawan dapat bergerak cepat memberikan dukungan kepada mereka yang layak dibantu.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu lahir dari program besar. Terkadang, sebuah gerobak, modal usaha, dan uluran tangan yang tulus mampu mengubah arah kehidupan seseorang.
Bagi Rian, bantuan yang diterimanya hari itu bukan hanya menjadi bekal untuk berdagang, tetapi juga simbol bahwa harapan akan selalu ada bagi mereka yang memilih bangkit daripada menyerah.
Di balik keterbatasan, masih banyak hati yang siap menjadi cahaya dan mendorong langkah menuju masa depan yang lebih baik.
(Die234)


