Cimahi,Jagatpewarta.com – Inovasi pengolahan sampah organik di Kota Cimahi mulai menunjukkan hasil menjanjikan Saat awak media menyambangi TPST Lebak saat Selasa (31/03/2026).
Melalui metode budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF), sampah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Program ini memanfaatkan sampah organik rumah tangga ,pasar dan sisa MBG dari SPPG yang ada di wilayah sekitar yang diolah menjadi pakan maggot. Dalam prosesnya, maggot tidak hanya membantu mengurai sampah secara cepat, tetapi juga menghasilkan produk turunan seperti pakan ternak dan pupuk organik.
Pemerintah Kota Cimahi melihat peluang besar dari pengelolaan ini. Selain mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti ,hasil budidaya maggot juga dinilai dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.
“Pengolahan sampah berbasis maggot ini bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomis. Jika dikelola secara optimal, hasilnya bisa berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar salah satu perwakilan pegawai TPST Lebak saat kepada awak media Jagatpewarta.
Saat ini, sejumlah titik pengolahan maggot mulai dikembangkan dengan melibatkan masyarakat dan kelompok pengelola sampah.
Selain membuka peluang usaha baru, program ini juga mendorong kesadaran warga untuk memilah sampah sejak dari rumah.
Ke depan, Pemkot Cimahi berencana memperluas program ini agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah. Dengan dukungan berbagai pihak, pengolahan sampah organik menjadi maggot diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan sekaligus mendongkrak perekonomian daerah.(Die234)



