Cimahi,Jagatpewarta.com - Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, menghadiri acara Pengukuhan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Cimahi periode 2025–2030 yang digelar di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat kebangsaan serta mempererat hubungan antar etnis dan budaya di Kota Cimahi.
Acara pengukuhan ini turut dihadiri Ketua FPK Jawa Barat, Ceu Popong jungjunan, DPRD Kota Cimahi, unsur Forkopimda, serta jajaran pengurus FPK Kota Cimahi yang baru.
Dalam kesempatan tersebut, H. Totong Solehudin resmi dikukuhkan sebagai Ketua FPK Kota Cimahi untuk masa bakti 2025–2030.
Dalam wawancara dengan awak media, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudistira menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru FPK. Ia berharap organisasi tersebut dapat menjadi wadah yang mampu menjaga dan merawat keberagaman yang ada di Kota Cimahi.
Menurutnya, FPK merupakan organisasi yang memiliki peran strategis dalam mempersatukan berbagai latar belakang suku, budaya, dan komunitas yang hidup berdampingan di Kota Cimahi. Keberagaman tersebut dinilai sebagai aset besar yang harus dijaga bersama demi memperkuat fondasi persatuan masyarakat.
“Pertama saya ucapkan selamat kepada Pak Totong Solehudin sebagai Ketua FPK beserta seluruh jajaran pengurus masa bakti 2025–2030. FPK ini adalah wadah yang mewadahi keanekaragaman di Kota Cimahi. Ini merupakan aset yang sangat bernilai dan menjadi pondasi penting dalam menjaga keutuhan serta membangun Kota Cimahi yang lebih mantap,” ujar Adhitia.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi masyarakat dengan pemerintah daerah. Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah semata, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi berbagai pihak.
“Ke depan kita harus terus memperkuat kolaborasi. Tidak semua program harus bergantung pada APBD. Dengan latar belakang anggota FPK yang beragam, mulai dari pengusaha hingga tokoh masyarakat, tentu ada banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama untuk membantu pemerintah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua FPK Kota Cimahi periode 2025–2030, Totong Solehudin, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran FPK dalam mempromosikan keberagaman budaya serta mendorong investasi dan kegiatan ekonomi di Kota Cimahi.
Ia menjelaskan bahwa promosi budaya dari berbagai etnis yang ada di Cimahi dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia usaha dan investasi. Melalui kolaborasi antar komunitas, kegiatan budaya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Totong juga menegaskan bahwa FPK akan lebih menekankan pendekatan budaya dalam memperkuat persatuan masyarakat. Hal ini karena setiap perayaan atau tradisi dari berbagai kelompok etnis memiliki unsur budaya yang dapat menjadi jembatan kebersamaan.
“Kalau urusan agama sudah ada wadahnya yaitu FKUB. Di FPK kita lebih menekankan pada pendekatan budaya. Dari setiap perayaan atau tradisi berbagai etnis, ada nilai budaya yang bisa dirayakan bersama. Jadi kita saling mendukung dalam kebudayaan, bukan pada aspek keagamaan,” jelasnya.
Dengan kepengurusan baru ini, FPK Kota Cimahi diharapkan dapat semakin aktif membangun sinergi antar etnis, memperkuat persatuan masyarakat, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah menuju Cimahi yang lebih maju dan harmonis.
(Die234)





