CIMAHI,Jagatpewarta.com- Pemerintah Kota Cimahi menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Hari Raya IdulFitri 1447 H dengan melakukan pemantauan langsung ke pos-pos pengamanan Lebaran dan kesiapan malam takbiran, Jumat (20/3/2026) malam.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran terkait.
Pemantauan dipusatkan di kawasan Pendopo DPRD Kota Cimahi sebagai titik koordinasi strategis dalam pengamanan wilayah.
Dalam suasana yang penuh kesiapsiagaan, Adhitia menegaskan bahwa momentum Lebaran bukan hanya soal perayaan, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan tradisi dengan aman serta nyaman.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara aparat keamanan, dinas terkait, dan relawan yang terlibat dalam pengamanan.
“Pengamanan ini menjadi prioritas, terutama pada malam takbiran yang identik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Kita ingin memastikan semua berjalan lancar, kondusif, dan minim gangguan,” ujarnya.
Selain melakukan pemantauan, rombongan juga meninjau kesiapan personel, sarana prasarana, hingga alur koordinasi antarpos pengamanan.
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi potensi kerawanan, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga gangguan ketertiban umum.
Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol komitmen Pemkot Cimahi dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama momentum Idulfitri.
Dengan kesiapan yang matang dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan suasana Lebaran di Kota Cimahi dapat berlangsung penuh khidmat, aman, dan penuh kebahagiaan.
Ratusan Personel Gabungan Siaga, Pengamanan Diperkuat Jelang Momentum Penting
Sebanyak 617 personel kepolisian dikerahkan untuk memperkuat pengamanan dalam menghadapi momentum penting di wilayah. Tak hanya dari unsur kepolisian, dukungan juga datang dari TNI melalui Kodim yang mengirimkan 20 personel tambahan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Kehadiran ratusan aparat gabungan ini menjadi bentuk kesiapsiagaan dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi antara kepolisian dan TNI dinilai penting dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya aktivitas publik.
Para personel disiagakan di sejumlah titik strategis, mulai dari pusat keramaian, jalur lalu lintas utama, hingga lokasi kegiatan masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya preventif agar setiap potensi kerawanan dapat diminimalisir sejak dini.
Pihak terkait menegaskan bahwa pengamanan ini tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat agar aktivitas dapat berjalan dengan nyaman dan lancar.
Dengan kekuatan penuh dari 617 personel kepolisian serta dukungan 20 anggota Kodim, diharapkan stabilitas keamanan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan kegiatan dengan tenang dan penuh rasa aman. (Die234)



