zmedia

Dari Kampus ke Dunia Kerja, Ir. Ivan Ade Sofiyan Bagikan Ilmu dan Pengalaman di Poltek AGP

 

Cimahi, Jagatpewarta.com- Dalam rangka mengimplementasikan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, Politeknik Geologi dan Pertambangan “AGP” (Poltek AGP) Bandung menggelar Kuliah Dosen Tamu pada Jum’at (26/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri antusias oleh para mahasiswa tersebut menghadirkan praktisi sekaligus akademisi senior, Ir. Ivan Ade Sofiyan, MT., IPM, sebagai pemateri utama.

Mengangkat tema “Menyiapkan Generasi Tambang yang Kompeten, Solid, dan Profesional”, kuliah umum ini bertujuan membangun sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap terjun langsung ke industri pertambangan nasional maupun global.

Seminar ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan kebutuhan nyata dunia industri.

Sebagai perguruan tinggi swasta vokasi yang berfokus pada bidang pertambangan, perminyakan, dan teknologi informasi, Poltek AGP berkomitmen mencetak lulusan Ahli Madya (D3) yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan kesiapan kerja sesuai perkembangan industri.

Melalui kegiatan kuliah dosen tamu ini, mahasiswa memperoleh wawasan strategis mengenai perkembangan sektor pertambangan, peta jalan karier, hingga tantangan industri di era Mining 4.0.

Dalam pemaparannya, Ir. Ivan Ade Sofiyan menegaskan bahwa dunia pertambangan saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, memahami budaya keselamatan kerja, serta menjunjung tinggi etika profesi.

Menurutnya, lulusan vokasi harus mampu menjadi tenaga ahli yang siap bekerja sejak hari pertama memasuki dunia industri.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan dengan memperbanyak pengalaman praktik lapangan, mengikuti program magang industri, menempuh sertifikasi profesi, serta menguasai teknologi pertambangan berbasis digital. Bekal tersebut dinilai menjadi modal penting agar lulusan memiliki daya saing tinggi di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang.

Dalam seminar tersebut, Ir. Ivan Ade Sofiyan memaparkan posisi strategis Indonesia di pasar mineral dunia. Indonesia saat ini menjadi produsen nikel terbesar dunia dengan kontribusi sekitar 54 persen produksi global, sekaligus menempati peringkat kedua dunia untuk produksi timah.

Sektor pertambangan juga memberikan kontribusi sebesar 10,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau sekitar Rp2.198 triliun, meski hanya menyerap sekitar 1,2 persen dari total tenaga kerja Indonesia.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri pertambangan lebih mengedepankan kualitas dan kompetensi tenaga kerja dibandingkan kuantitas.

Selain itu, masifnya program hilirisasi melalui pembangunan berbagai fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi baru, seperti metallurgist, insinyur proses High Pressure Acid Leaching (HPAL), hingga tenaga ahli di bidang data dan otomasi pertambangan.

Sebagai dosen di Poltek AGP, Ir. Ivan Ade Sofiyan juga mengintegrasikan materi seminar dengan empat mata kuliah utama yang diampunya, yakni Geofisika Pertambangan, Teknik Pengeboran dan Peledakan Tambang, Eksplorasi Pertambangan, serta Genesa Bahan Galian.

Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai metode eksplorasi bawah permukaan, teknik pengeboran dan peledakan yang aman dan efisien, tahapan eksplorasi hingga perhitungan cadangan mineral, serta proses geologi terbentuknya endapan bahan galian sebagai dasar pengambilan keputusan dalam kegiatan pertambangan.

Pada kesempatan itu, Ir. Ivan Ade Sofiyan juga menekankan pentingnya tiga pilar utama yang harus dimiliki calon insan pertambangan, yaitu Kompeten, Solid, dan Profesional.

Kompeten berarti menguasai keilmuan serta memenuhi standar kompetensi nasional melalui sertifikasi.

Solid diwujudkan melalui budaya keselamatan kerja (K3), kemampuan bekerja sama dalam tim, dan integritas.

Sementara Profesional berarti siap menghadapi dunia kerja, memahami aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), serta aktif mengembangkan diri melalui organisasi profesi.

Sebagai bekal menghadapi dunia kerja, ia membagikan lima langkah konkret kepada mahasiswa, yaitu memahami Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Minerba terbaru, merencanakan kerja praktik di perusahaan tambang aktif, menguasai perangkat lunak standar industri seperti Surpac, Minescape, atau Geovia Whittle, aktif bergabung dalam organisasi profesi seperti PERHAPI dan IAGI, serta mempersiapkan diri mengikuti sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) setelah lulus.

“Industri ini tidak butuh banyak orang, industri ini butuh orang yang tepat,” ujar Ir. Ivan Ade Sofiyan saat memberikan motivasi kepada para peserta seminar.

Kegiatan kuliah dosen tamu ini juga menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan industri pertambangan secara langsung dari praktisi dan akademisi.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga gambaran nyata mengenai tantangan, peluang, dan kompetensi yang harus dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja.

Melalui agenda kuliah dosen tamu ini, Politeknik Geologi dan Pertambangan “AGP” Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil industri pertambangan.

Diharapkan lulusan Poltek AGP mampu menjadi generasi tambang yang kompeten, solid, profesional, serta siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan sektor pertambangan Indonesia di masa depan.

(Die234)